Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan: Investasi Syariah dari Negara
Panduan lengkap Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) — obligasi syariah pemerintah yang aman, halal, dan bisa dibeli mulai Rp 1 juta.
Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan: Investasi Syariah dari Negara
Bagi Anda yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah dengan risiko rendah dan dijamin pemerintah, Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) adalah pilihan yang sangat menarik. Ini adalah surat berharga negara berbasis syariah yang dirancang khusus untuk investor ritel.
Apa Itu Sukuk?
Sukuk sering disebut “obligasi syariah,” tapi sebenarnya berbeda dari obligasi konvensional:
| Aspek | Obligasi Konvensional | Sukuk |
|---|---|---|
| Konsep | Pinjaman dengan bunga (riba) | Kepemilikan atas aset/proyek (bagi hasil) |
| Pendapatan | Bunga (kupon) | Imbalan/ujrah (bagi hasil dari underlying asset) |
| Underlying asset | Tidak wajib ada | Wajib ada aset yang mendasari |
| Akad | Pinjam-meminjam | Ijarah (sewa), Wakalah, atau akad syariah lainnya |
Dalam sukuk negara, pemerintah menggunakan aset negara (misalnya tanah/bangunan pemerintah) sebagai underlying asset. Investor menerima imbalan dari pemanfaatan aset tersebut, bukan bunga pinjaman.
Dua Jenis Sukuk Ritel
Pemerintah Indonesia menerbitkan dua jenis sukuk untuk investor ritel:
1. Sukuk Ritel (SR)
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Sifat | Tradeable (bisa dijual di pasar sekunder) |
| Tenor | 3 atau 5 tahun |
| Imbalan | Fixed rate (tetap selama tenor) |
| Minimum pembelian | Rp 1 juta |
| Maksimum pembelian | Rp 5 miliar |
| Pembayaran imbalan | Bulanan |
| Akad | Ijarah Asset to be Leased |
Keunggulan SR: Bisa dijual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder. Cocok jika Anda ingin fleksibilitas.
Risiko SR: Harga di pasar sekunder bisa naik-turun. Jika Anda jual sebelum jatuh tempo, bisa untung atau rugi tergantung kondisi pasar.
2. Sukuk Tabungan (ST)
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Sifat | Non-tradeable (tidak bisa dijual, hold sampai jatuh tempo) |
| Tenor | 2 atau 4 tahun |
| Imbalan | Floating with floor (mengambang dengan batas bawah) |
| Minimum pembelian | Rp 1 juta |
| Maksimum pembelian | Rp 5 miliar |
| Pembayaran imbalan | Bulanan |
| Akad | Wakalah |
| Early redemption | Bisa, sebagian, setelah holding period tertentu |
Keunggulan ST: Floating rate dengan floor — jika suku bunga naik, imbalan Anda juga naik. Tapi jika suku bunga turun, imbalan tidak akan turun di bawah floor rate.
Kekurangan ST: Tidak bisa dijual di pasar sekunder. Tapi ada fasilitas early redemption (pencairan sebagian sebelum jatuh tempo) setelah periode tertentu.
Perbandingan SR vs ST
| Aspek | Sukuk Ritel (SR) | Sukuk Tabungan (ST) |
|---|---|---|
| Bisa dijual sebelum jatuh tempo | ✅ Ya (pasar sekunder) | ❌ Tidak (tapi ada early redemption) |
| Tipe imbalan | Fixed | Floating with floor |
| Lebih cocok saat | Ekspektasi suku bunga turun | Ekspektasi suku bunga naik |
| Risiko harga | Ada (naik-turun di pasar) | Tidak ada (hold to maturity) |
| Kompleksitas | Sedikit lebih kompleks | Lebih sederhana |
Berapa Imbalannya?
Imbalan sukuk ritel biasanya kompetitif dan sering lebih tinggi dari deposito:
| Instrumen | Return Kotor | Pajak | Return Bersih |
|---|---|---|---|
| Deposito bank | 3-4% | 20% | 2,4-3,2% |
| Sukuk Ritel (SR) | 5,5-6,5% | 10% | 4,95-5,85% |
| Sukuk Tabungan (ST) | 5,5-6,5% (floor) | 10% | 4,95-5,85% |
Angka berdasarkan penerbitan 2024-2025. Imbalan bervariasi setiap seri.
Imbalan dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening Anda. Ini menarik bagi investor yang menginginkan cashflow reguler.
Pajak Sukuk
Imbalan sukuk negara dikenakan PPh Final 10%, dipotong otomatis sebelum ditransfer ke rekening Anda.
Contoh:
- Anda punya ST senilai Rp 50 juta, imbalan 6%/tahun
- Imbalan per bulan (kotor): Rp 250.000
- Pajak 10%: Rp 25.000
- Yang Anda terima: Rp 225.000/bulan
Jadwal Penerbitan
Pemerintah menerbitkan sukuk ritel beberapa kali setahun. Jadwal umumnya:
| Kuartal | Jenis SBN Syariah |
|---|---|
| Q1-Q2 (sekitar Mei-Juni) | Sukuk Ritel (SR) |
| Q3 (sekitar Juli-Agustus) | Sukuk Tabungan (ST) |
Masa penawaran biasanya berlangsung 2-3 minggu. Di luar masa penawaran, Anda tidak bisa membeli seri baru — hanya bisa membeli SR di pasar sekunder.
Pantau pengumuman di website Kemenkeu atau mitra distribusi untuk jadwal terbaru.
Cara Membeli Sukuk Ritel
1. Siapkan akun di mitra distribusi
Sukuk dijual melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah:
| Jenis Mitra | Contoh |
|---|---|
| Platform investasi | Bibit, Bareksa, Tanamduit, Investree |
| Bank | BRI, BNI, Mandiri, BCA, CIMB Niaga |
| Sekuritas | Indo Premier (IPOT), Trimegah, Mandiri Sekuritas |
2. Daftar saat masa penawaran
Saat masa penawaran dibuka:
- Login ke platform mitra distribusi
- Pilih seri sukuk yang ditawarkan
- Tentukan jumlah pembelian (minimum Rp 1 juta)
- Konfirmasi pembelian
- Transfer dana
3. Tunggu tanggal setelmen
Setelah masa penawaran ditutup, akan ada tanggal setelmen di mana sukuk resmi diterbitkan dan Anda mulai menerima imbalan.
Dokumen yang Dibutuhkan
| Dokumen | Keterangan |
|---|---|
| KTP | Wajib |
| NPWP | Wajib |
| SID (Single Investor Identification) | Bisa dibuat saat daftar di mitra distribusi |
| Rekening bank | Untuk terima imbalan dan pokok saat jatuh tempo |
Keamanan: Dijamin Negara
Sukuk ritel dan sukuk tabungan dijamin oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan UU tentang APBN. Ini berarti:
- Pembayaran imbalan dan pokok dijamin UU
- Risiko gagal bayar (default) sangat kecil — setara risiko negara Indonesia
- Jauh lebih aman dari obligasi korporasi atau deposito bank
Selama Republik Indonesia masih berdiri, uang Anda aman. Bahkan lebih aman dari deposito, karena penjaminan LPS untuk deposito memiliki batas (Rp 2 miliar per nasabah per bank), sementara SBN dijamin tanpa batas.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
- ✅ Sesuai prinsip syariah
- ✅ Dijamin pemerintah (sangat aman)
- ✅ Return lebih tinggi dari deposito
- ✅ Minimum pembelian rendah (Rp 1 juta)
- ✅ Imbalan bulanan (cashflow reguler)
- ✅ Pajak hanya 10% (vs deposito 20%)
- ✅ Berkontribusi pada pembangunan nasional
Kekurangan
- ❌ Hanya bisa dibeli saat masa penawaran (kecuali SR di pasar sekunder)
- ❌ Tenor terkunci (2-5 tahun)
- ❌ Return lebih rendah dari saham/reksa dana saham dalam jangka panjang
- ❌ Imbalan kena pajak 10% (reksa dana bebas pajak)
Sukuk dalam Portofolio Pasif
Sukuk cocok sebagai komponen pendapatan tetap dalam portofolio pasif Anda:
| Profil Investor | Alokasi Sukuk/SBN |
|---|---|
| Agresif (usia 20-35) | 10-20% dari portofolio |
| Moderat (usia 35-50) | 30-50% dari portofolio |
| Konservatif (usia 50+) | 50-70% dari portofolio |
Sukuk memberikan stabilitas dan pendapatan tetap yang menyeimbangkan volatilitas reksa dana saham syariah dalam portofolio Anda.
Ringkasan
| Hal | Sukuk Ritel (SR) | Sukuk Tabungan (ST) |
|---|---|---|
| Tradeable | Ya | Tidak |
| Imbalan | Fixed | Floating with floor |
| Tenor | 3-5 tahun | 2-4 tahun |
| Minimum | Rp 1 juta | Rp 1 juta |
| Pajak | 10% | 10% |
| Dijamin negara | Ya | Ya |
| Syariah | Ya | Ya |
Sukuk negara adalah salah satu instrumen investasi terbaik untuk investor syariah di Indonesia — aman, halal, return kompetitif, dan mudah dibeli. Jika Anda mencari pendapatan tetap dalam portofolio syariah, sukuk layak menjadi pilihan utama.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi. Imbalan dan ketentuan dapat berbeda setiap seri penerbitan.