JHT vs JP: Apa Bedanya?
Perbedaan lengkap antara Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) di BPJS Ketenagakerjaan — iuran, manfaat, dan cara pencairan.
JHT vs JP: Apa Bedanya?
Banyak pekerja Indonesia yang bingung membedakan JHT dan JP. Keduanya sama-sama program BPJS Ketenagakerjaan yang dipotong dari gaji, tapi cara kerjanya sangat berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar Anda bisa merencanakan pensiun dengan lebih baik.
Perbedaan Mendasar
Cara paling mudah memahaminya:
- JHT (Jaminan Hari Tua) = tabungan. Uang Anda dikumpulkan dan bisa diambil sekaligus.
- JP (Jaminan Pensiun) = pensiun bulanan. Anda menerima pembayaran rutin setelah pensiun.
Ibarat analogi sederhana: JHT seperti celengan — Anda menabung dan suatu saat memecahkan celengannya. JP seperti gaji pensiun — Anda menerima uang bulanan sampai meninggal dunia.
Tabel Perbandingan Lengkap
| Aspek | JHT | JP |
|---|---|---|
| Kepanjangan | Jaminan Hari Tua | Jaminan Pensiun |
| Konsep | Tabungan (lump sum) | Pensiun bulanan (annuity) |
| Iuran total | 5,7% dari upah | 3,0% dari upah |
| Iuran pekerja | 2,0% | 1,0% |
| Iuran pemberi kerja | 3,7% | 2,0% |
| Batas upah perhitungan | Tidak ada batas | Ada batas maksimal (~Rp 10,04 juta) |
| Cara terima manfaat | Sekaligus (lump sum) | Bulanan seumur hidup |
| Usia pencairan | 56 tahun | 58 tahun |
| Bisa dicairkan sebagian? | Ya, dengan syarat tertentu | Tidak |
| Jika meninggal | Saldo diberikan ke ahli waris | Ahli waris terima manfaat bulanan |
| Pajak pencairan | PPh Pasal 21 (progresif) | PPh Pasal 21 (progresif) |
Detail Iuran JHT
Iuran JHT dihitung dari upah sebenarnya tanpa batas atas. Artinya, semakin tinggi gaji Anda, semakin besar iuran JHT.
Contoh perhitungan:
| Gaji Bulanan | Iuran Pekerja (2%) | Iuran Perusahaan (3,7%) | Total JHT/bulan |
|---|---|---|---|
| Rp 5 juta | Rp 100.000 | Rp 185.000 | Rp 285.000 |
| Rp 10 juta | Rp 200.000 | Rp 370.000 | Rp 570.000 |
| Rp 20 juta | Rp 400.000 | Rp 740.000 | Rp 1.140.000 |
Saldo JHT Anda juga mendapat pengembangan (bunga) dari hasil investasi BPJS. Historisnya sekitar 5-8% per tahun.
Detail Iuran JP
Berbeda dengan JHT, iuran JP memiliki batas atas upah. Per 2025, batas ini sekitar Rp 10,04 juta per bulan. Batas ini naik setiap tahun mengikuti inflasi.
Artinya:
| Gaji Bulanan | Upah untuk Hitung JP | Iuran Pekerja (1%) | Iuran Perusahaan (2%) | Total JP/bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp 5 juta | Rp 5 juta | Rp 50.000 | Rp 100.000 | Rp 150.000 |
| Rp 10 juta | Rp 10 juta | Rp 100.000 | Rp 200.000 | Rp 300.000 |
| Rp 20 juta | Rp 10,04 juta* | Rp 100.400 | Rp 200.800 | Rp 301.200 |
*Gaji di atas batas tetap dihitung dari batas maksimal.
Ini poin kritis: jika gaji Anda tinggi, iuran JP Anda relatif kecil dibanding penghasilan. Manfaat pensiun bulanan yang Anda terima juga akan kecil relatif terhadap gaya hidup Anda.
Cara Hitung Manfaat JP
Formula manfaat pensiun bulanan JP:
1% × masa iur (tahun) × rata-rata upah terakhir (36 bulan terakhir)
Dengan catatan: masa iur minimal 15 tahun untuk mendapat manfaat pensiun bulanan. Di bawah 15 tahun, Anda hanya menerima akumulasi iuran + pengembangannya secara sekaligus.
Contoh Perhitungan
Skenario 1: Bekerja 20 tahun, rata-rata upah terakhir Rp 8 juta
- 1% × 20 × Rp 8 juta = Rp 1,6 juta/bulan
Skenario 2: Bekerja 30 tahun, rata-rata upah terakhir Rp 10 juta
- 1% × 30 × Rp 10 juta = Rp 3 juta/bulan
Skenario 3: Bekerja 35 tahun, upah tinggi (tapi terkena batas)
- 1% × 35 × Rp 10,04 juta = Rp 3,51 juta/bulan
Manfaat pensiun maksimal yang bisa diterima pada 2025 sekitar Rp 4,4 juta per bulan. Angka ini disesuaikan secara berkala.
Simulasi Saldo JHT
Berbeda dari JP yang memberikan pensiun bulanan, JHT memberikan uang sekaligus. Berapa yang terkumpul?
| Gaji | Masa Kerja | Total Iuran JHT | Estimasi Saldo (dengan bunga 6%/tahun) |
|---|---|---|---|
| Rp 8 juta | 10 tahun | Rp 54,7 juta | ~Rp 75 juta |
| Rp 8 juta | 20 tahun | Rp 109,4 juta | ~Rp 210 juta |
| Rp 8 juta | 30 tahun | Rp 164,2 juta | ~Rp 460 juta |
Estimasi kasar, tidak memperhitungkan kenaikan gaji dan fluktuasi return.
Rp 460 juta setelah 30 tahun bekerja terdengar lumayan, tapi ingat: dengan inflasi, nilai uang ini mungkin setara Rp 100-150 juta di nilai hari ini. Tidak cukup untuk pensiun 20-30 tahun.
Kapan Bisa Dicairkan?
| Kondisi | JHT | JP |
|---|---|---|
| Usia pensiun normal | 56 tahun | 58 tahun |
| Resign/PHK | Bisa, setelah 1 bulan menganggur | Tidak bisa (tunggu 58 tahun) |
| Meninggal dunia | Sekaligus ke ahli waris | Bulanan ke ahli waris |
| Cacat total tetap | Bisa dicairkan | Bisa dicairkan |
| Meninggalkan Indonesia permanen | Bisa dicairkan | Bisa dicairkan |
Detail lebih lengkap tentang syarat pencairan dibahas di artikel terpisah.
Pajak Saat Pencairan
Baik JHT maupun JP dikenakan PPh Pasal 21 saat dicairkan:
| Komponen | Tarif Pajak |
|---|---|
| Saldo sampai Rp 50 juta | 0% (bebas pajak) |
| Saldo di atas Rp 50 juta | 5% |
Pajak ini bersifat final dan dipotong langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan saat pencairan. Berdasarkan PP 68 Tahun 2009.
Mana yang Lebih Penting?
Keduanya wajib — Anda tidak bisa memilih ikut yang satu dan tidak ikut yang lain. Tapi dari sudut pandang perencanaan keuangan:
- JHT lebih fleksibel — bisa dicairkan sekaligus, berguna sebagai modal atau dana transisi
- JP memberikan kepastian — pendapatan bulanan seumur hidup, walau jumlahnya kecil
Yang jelas, keduanya tidak cukup untuk membiayai pensiun yang nyaman. Anda tetap perlu berinvestasi secara mandiri — baik melalui reksa dana, SBN, DPLK, atau instrumen lainnya.
Ringkasan
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| JHT itu apa? | Tabungan hari tua, dicairkan sekaligus |
| JP itu apa? | Pensiun bulanan seumur hidup |
| Mana yang lebih besar iurannya? | JHT (5,7% vs 3,0%) |
| Mana yang bisa dicairkan lebih cepat? | JHT (usia 56, atau saat resign) |
| Cukup untuk pensiun? | Tidak — harus investasi tambahan |
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi. Angka dapat berubah sesuai regulasi terbaru BPJS Ketenagakerjaan.