ETF vs Reksa Dana vs Reksa Dana Indeks

Apa bedanya ETF, reksa dana aktif, dan reksa dana indeks? Perbandingan lengkap untuk investor Indonesia.

ETF vs Reksa Dana vs Reksa Dana Indeks

Istilah-istilah ini sering membingungkan pemula. ETF, reksa dana, reksa dana indeks — apa bedanya? Mana yang harus dipilih? Mari kita luruskan.

Definisi Dasar

Reksa Dana (Mutual Fund)

Wadah investasi kolektif di mana manajer investasi mengumpulkan uang dari banyak investor dan menginvestasikannya ke berbagai instrumen (saham, obligasi, pasar uang).

  • Dibeli dan dijual melalui manajer investasi atau platform (Bibit, Bareksa, dll.)
  • Harga (NAV) dihitung sekali sehari setelah pasar tutup
  • Tidak diperdagangkan di bursa

ETF (Exchange-Traded Fund)

Reksa dana yang diperdagangkan di bursa saham seperti saham biasa.

  • Dibeli dan dijual melalui broker saham (sekuritas)
  • Harga berubah sepanjang hari sesuai permintaan dan penawaran
  • Perlu akun sekuritas

Reksa Dana Indeks

Reksa dana (bisa berbentuk reksa dana biasa ATAU ETF) yang mengikuti indeks tertentu secara pasif — misalnya IDX30, LQ45, atau SRI-KEHATI.

  • Tidak ada stock picking — manajer investasi hanya meniru komposisi indeks
  • Biaya pengelolaan lebih rendah
  • Bisa berbentuk reksa dana biasa atau ETF

Hubungan Ketiganya

Reksa Dana ─── Aktif (manajer pilih saham)
           └── Pasif (Indeks) ─── Dijual via platform = Reksa Dana Indeks
                               └── Dijual di bursa = ETF Indeks

Reksa dana indeks dan ETF indeks adalah sepupu — keduanya mengikuti indeks, tapi cara membelinya berbeda.

Perbandingan Detail

AspekReksa Dana AktifReksa Dana IndeksETF
TujuanMengalahkan pasarMengikuti pasarMengikuti pasar
Manajer investasiAktif memilih sahamMeniru indeksMeniru indeks
Biaya pengelolaan (expense ratio)1,5-3%0,2-1%0,1-0,5%
Cara beliPlatform (Bibit, Bareksa)Platform (Bibit, Bareksa)Broker saham (sekuritas)
Minimum pembelianRp 10.000Rp 10.000Harga 1 lot (~Rp 50.000-500.000)
HargaNAV harianNAV harianReal-time di bursa
Biaya transaksiBiasanya 0% (no load)Biasanya 0%Fee broker (0,1-0,3%)
LikuiditasT+1 sampai T+7T+1 sampai T+7Instan (jam bursa)

Reksa Dana Aktif vs Indeks: Mana yang Lebih Baik?

Data Global yang Konsisten

Studi SPIVA (S&P Indices Versus Active) menunjukkan bahwa mayoritas reksa dana aktif kalah dari indeks acuannya dalam jangka panjang:

Periode% Reksa Dana Aktif yang Kalah dari Indeks
1 tahun~55-60%
5 tahun~70-75%
10 tahun~80-85%
15 tahun~85-90%

Mengapa Reksa Dana Aktif Kalah?

  1. Biaya lebih tinggi. Expense ratio 2% vs 0,5% berarti setiap tahun, manajer aktif harus menghasilkan 1,5% lebih tinggi hanya untuk impas.
  2. Pasar sudah efisien. Dalam pasar yang cukup efisien, sulit menemukan saham yang “salah harga” secara konsisten.
  3. Survivor bias. Reksa dana yang berkinerja buruk sering ditutup, jadi data yang tersisa hanya reksa dana yang selamat — membuat performa aktif terlihat lebih baik dari kenyataannya.

Bagaimana di Indonesia?

Data SPIVA untuk Indonesia juga menunjukkan tren serupa — mayoritas reksa dana aktif Indonesia kalah dari indeks acuannya dalam jangka panjang, terutama setelah biaya.

Tentu ada reksa dana aktif yang mengalahkan indeks. Tapi memilih pemenang di muka sangat sulit. Reksa dana yang outperform 5 tahun terakhir tidak selalu outperform 5 tahun berikutnya.

ETF vs Reksa Dana Indeks di Indonesia

Jika Anda sudah yakin memilih investasi pasif, pertanyaan selanjutnya: beli ETF atau reksa dana indeks biasa?

Pilih Reksa Dana Indeks (via platform) Jika:

  • Anda pemula — prosesnya lebih mudah, bisa mulai dari Rp 10.000
  • Anda ingin investasi rutin otomatis — banyak platform punya fitur auto-invest
  • Anda tidak punya akun sekuritas — tidak perlu buka akun tambahan
  • Jumlah investasi kecil — tidak terkena minimum lot

Pilih ETF Jika:

  • Anda sudah punya akun sekuritas — sudah trading saham
  • Anda ingin biaya terendah — expense ratio ETF biasanya lebih rendah
  • Anda ingin kontrol lebih — beli di harga real-time
  • Anda nyaman dengan mekanisme bursa — bid/ask, lot, settlement

Contoh Produk di Indonesia

Reksa Dana Indeks (via platform):

ProdukIndeks AcuanExpense Ratio
Bahana IDX30IDX30~0,5-1%
BNP Paribas SRI-KEHATISRI-KEHATI~0,5-1%
Pinnacle IDX30IDX30~0,5%

ETF (via sekuritas):

ProdukKodeIndeks AcuanExpense Ratio
Premier ETF IDX30XIITIDX30~0,4%
Premier ETF LQ45XISRLQ45~0,4%
Reksa Dana Premier ETF SRI-KEHATIXSRISRI-KEHATI~0,4%

Kesalahan Umum

1. “ETF pasti lebih baik karena lebih murah”

Selisih biaya ETF vs reksa dana indeks di Indonesia tidak sebesar di AS. Faktor kemudahan dan konsistensi seringkali lebih penting dari penghematan 0,1-0,3%.

2. “Reksa dana aktif A sudah naik 50% tahun lalu, pasti bagus”

Kinerja masa lalu bukan indikator kinerja masa depan. Ini klise tapi benar.

3. Terlalu banyak membandingkan, tidak pernah membeli

Perbedaan antara produk indeks yang satu dengan yang lain seringkali kecil. Pilih satu dan mulai. Anda bisa ganti nanti jika menemukan yang lebih baik.

4. Campur aduk banyak reksa dana aktif

Membeli 5 reksa dana aktif berbeda tidak sama dengan diversifikasi. Seringkali mereka memegang saham yang mirip — Anda hanya membayar biaya 5x.

Rekomendasi Praktis

Untuk Kebanyakan Investor Indonesia:

Reksa dana indeks via platform (Bibit/Bareksa/IPOT) adalah pilihan paling praktis:

  • Mudah dibeli dan dijual
  • Minimum rendah (Rp 10.000)
  • Bisa auto-invest
  • Biaya sudah cukup rendah

ETF adalah pilihan bagus jika Anda sudah nyaman dengan mekanisme bursa. Tapi jangan sampai kompleksitas ETF menjadi alasan menunda investasi.

Ringkasan

PertanyaanJawaban
Apa bedanya ETF dan reksa dana?ETF diperdagangkan di bursa, reksa dana via platform
Aktif atau indeks?Indeks — biaya lebih rendah, mayoritas aktif kalah jangka panjang
ETF atau reksa dana indeks?Untuk pemula, reksa dana indeks lebih mudah
Produk mana yang terbaik?Yang bisa Anda beli dan pertahankan jangka panjang

Jangan biarkan kebingungan tentang produk menghalangi Anda untuk mulai. Perbedaan antara reksa dana indeks A dan B jauh lebih kecil dibandingkan perbedaan antara berinvestasi dan tidak berinvestasi.


Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.