Reksa Dana Syariah: Panduan Lengkap

Panduan investasi reksa dana syariah di Indonesia — apa bedanya dengan konvensional, bagaimana screening-nya, dan produk apa saja yang tersedia.

Reksa Dana Syariah: Panduan Lengkap

Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Tidak mengherankan, permintaan investasi yang sesuai prinsip syariah terus meningkat. Reksa dana syariah menjawab kebutuhan ini — memungkinkan Anda berinvestasi tanpa melanggar prinsip-prinsip Islam.

Kabar baiknya: Anda tidak perlu mengorbankan return untuk berinvestasi secara syariah.

Apa Itu Reksa Dana Syariah?

Reksa dana syariah adalah reksa dana yang pengelolaan dan portofolionya mengikuti prinsip syariah Islam. Ini berarti:

  1. Tidak berinvestasi di bisnis haram — alkohol, rokok, perjudian, pornografi, senjata, perbankan konvensional (riba)
  2. Tidak menggunakan instrumen berbasis riba — obligasi konvensional diganti sukuk, deposito konvensional diganti deposito syariah
  3. Diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) — setiap reksa dana syariah memiliki DPS yang memastikan kepatuhan
  4. Mengacu pada Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK

Bagaimana Screening Syariah Dilakukan?

OJK menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) dua kali setahun. Saham yang masuk DES harus memenuhi kriteria:

Kriteria Kualitatif (Bisnis)

Perusahaan tidak boleh menjalankan kegiatan usaha yang bertentangan dengan syariah:

  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi
  • Perdagangan yang dilarang (gharar, maysir)
  • Jasa keuangan ribawi (bank/asuransi konvensional)
  • Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian
  • Memproduksi/mendistribusikan barang haram
  • Transaksi yang mengandung unsur suap

Kriteria Kuantitatif (Keuangan)

RasioBatas Maksimal
Total utang berbasis bunga / total aset45%
Pendapatan non-halal / total pendapatan10%

Perusahaan yang rasio utang ribanya terlalu tinggi atau pendapatan haramnya lebih dari 10% tidak masuk DES.

Berapa Saham yang Lolos?

Dari sekitar 900+ saham yang tercatat di BEI, sekitar 500+ saham masuk Daftar Efek Syariah. Ini termasuk banyak perusahaan besar seperti Telkom, Unilever, Astra, dan bank-bank syariah.

Jenis Reksa Dana Syariah

Sama seperti reksa dana konvensional, reksa dana syariah tersedia dalam berbagai jenis:

JenisKomposisiRisikoCocok Untuk
Pasar Uang SyariahDeposito syariah, sukuk ≤ 1 tahunRendahDana darurat, jangka pendek
Pendapatan Tetap SyariahSukuk negara/korporasiSedang-rendahJangka menengah (1-3 tahun)
Campuran SyariahSaham syariah + sukukSedangJangka menengah (3-5 tahun)
Saham SyariahSaham dari DESTinggiJangka panjang (5+ tahun)
Indeks SyariahMengikuti indeks syariah (JII, ISSI)TinggiInvestor pasif jangka panjang

Indeks Saham Syariah di Indonesia

BEI memiliki beberapa indeks saham syariah:

IndeksJumlah SahamKeterangan
ISSI (Indonesia Sharia Stock Index)~500Semua saham yang masuk DES
JII (Jakarta Islamic Index)3030 saham syariah paling likuid
JII707070 saham syariah paling likuid

JII adalah indeks syariah paling terkenal dan sering dijadikan benchmark reksa dana indeks syariah.

Contoh Produk Reksa Dana Syariah

Berikut beberapa reksa dana syariah yang cukup populer (bukan rekomendasi, hanya untuk ilustrasi):

Reksa Dana Indeks Syariah

ProdukBenchmarkManajer Investasi
Bahana ISFI SyariahJIIBahana TCW
Simas Syariah UnggulanJIISinarmas AM
MNC Dana SyariahJIIMNC AM

reksa dana saham Syariah (Aktif)

ProdukManajer InvestasiAUM
Mandiri Investa Atraktif SyariahMandiri Manajemen InvestasiBesar
Manulife Syariah Sektoral AmanahManulife AMIIBesar
BNP Paribas Pesona SyariahBNP Paribas AMSedang

Reksa Dana Pasar Uang Syariah

ProdukManajer Investasi
Mandiri Investa Pasar Uang SyariahMandiri MI
Bahana Likuid SyariahBahana TCW
Sucorinvest Sharia Money MarketSucorinvest AM

Semua produk di atas tersedia di platform seperti Bibit, Bareksa, dan Tanamduit.

Apakah Return Reksa Dana Syariah Lebih Rendah?

Ini pertanyaan yang sering ditanyakan. Jawabannya: tidak selalu.

Secara teori, pembatasan investasi (screening syariah) bisa mengurangi diversifikasi dan potensi return. Tapi dalam praktiknya:

  • Saham syariah cenderung menghindari perusahaan dengan utang tinggi — ini justru bisa mengurangi risiko
  • Banyak perusahaan terbesar dan terbaik di Indonesia masuk DES
  • Historisnya, kinerja JII dan IHSG relatif sebanding
PeriodeReturn IHSGReturn JII
5 tahun (rata-rata)~6-8% p.a.~5-8% p.a.
10 tahun (rata-rata)~7-9% p.a.~6-9% p.a.

Data historis bervariasi dan bukan jaminan kinerja masa depan.

Perbedaan return biasanya tidak signifikan dalam jangka panjang. Faktor lain seperti biaya (expense ratio), konsistensi investasi, dan alokasi aset jauh lebih berpengaruh.

pajak reksa dana Syariah

Perlakuan pajak reksa dana syariah sama persis dengan reksa dana konvensional:

AspekPerlakuan
Capital gain0% (bebas pajak)
Pajak saat beliTidak ada
Pajak saat jualTidak ada

Ini keunggulan besar. Anda bisa berinvestasi sesuai prinsip syariah dan mendapat efisiensi pajak maksimal.

Cara Memilih Reksa Dana Syariah

1. Tentukan jenis sesuai tujuan

TujuanJenis Reksa Dana Syariah
Dana daruratPasar uang syariah
Tabungan 1-3 tahunPendapatan tetap syariah
Investasi 5+ tahunSaham syariah / indeks syariah

2. Perhatikan expense ratio

Pilih yang expense ratio-nya rendah. Reksa dana indeks syariah biasanya lebih murah daripada reksa dana saham syariah aktif.

3. Cek AUM (Asset Under Management)

Reksa dana dengan AUM lebih besar cenderung lebih stabil dan likuid. Hindari reksa dana dengan AUM sangat kecil (di bawah Rp 50 miliar).

4. Pastikan terdaftar di OJK

Semua reksa dana syariah yang sah harus terdaftar di OJK. Cek di website OJK atau pastikan tersedia di platform resmi (Bibit, Bareksa, dll).

Cara Beli Reksa Dana Syariah

Prosesnya sama persis dengan reksa dana konvensional:

  1. Buka akun di platform investasi (Bibit, Bareksa, Tanamduit, IPOT)
  2. Cari reksa dana syariah (biasanya ada filter “Syariah”)
  3. Pilih produk
  4. Tentukan jumlah investasi (mulai dari Rp 10.000)
  5. Konfirmasi pembelian

Di Bibit, ada fitur khusus untuk memfilter hanya produk syariah di robo-advisor mereka. Ini memudahkan jika Anda hanya ingin berinvestasi di instrumen syariah.

Ringkasan

HalKeterangan
Apa itu reksa dana syariah?Reksa dana yang mengikuti prinsip syariah Islam
Diawasi olehOJK + Dewan Pengawas Syariah
Return vs konvensionalSebanding dalam jangka panjang
Pajak0% (bebas pajak) — sama dengan konvensional
Minimum investasiMulai Rp 10.000
Di mana beli?Bibit, Bareksa, Tanamduit, IPOT

Investasi syariah di Indonesia bukan pilihan yang “mengalah.” Dengan 500+ saham syariah, berbagai produk reksa dana, dan perlakuan pajak yang sama, Anda bisa membangun portofolio pasif yang efisien dan sesuai dengan keyakinan Anda.


Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi. Status syariah suatu efek dapat berubah sesuai review DES oleh OJK.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.