Reksa Dana Saham dan ETF di IDX

Panduan memilih reksa dana saham dan ETF yang tersedia di Bursa Efek Indonesia. Perbandingan produk, biaya, dan cara praktis membeli.

Reksa Dana Saham dan ETF di IDX

Reksa dana saham dan ETF adalah kendaraan utama untuk mendapatkan eksposur ke pasar saham Indonesia tanpa harus memilih saham individual. Artikel ini membahas apa yang tersedia, perbedaannya, dan mana yang lebih cocok untuk investor pasif.

Reksa Dana Saham: Aktif vs Indeks

Di Indonesia, ada dua jenis reksa dana saham:

AspekReksa Dana Saham AktifReksa Dana Saham Indeks
StrategiManajer investasi pilih saham sendiriMengikuti indeks tertentu
Biaya (expense ratio)1,5-3,5% per tahun0,5-1,0% per tahun
Jumlah produk200+~15-20
KeunggulanPotensi mengalahkan indeksBiaya rendah, transparan
KelemahanMayoritas kalah dari indeks jangka panjangTidak akan mengalahkan indeks

Untuk investor pasif, pilihan sudah jelas: reksa dana indeks. Biayanya lebih rendah dan hasilnya konsisten mendekati return pasar.

ETF di Bursa Efek Indonesia

ETF (Exchange-Traded Fund) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa seperti saham biasa. Di Indonesia, pasar ETF masih sangat kecil.

ETF yang Tersedia di IDX

TickerNamaIndeks AcuanManajer Investasi
R-LQ45XPremier ETF LQ45LQ45Indo Premier IM
XIITPremier ETF IDX30IDX30Indo Premier IM
XIHDPremier ETF IDX High dividend 20IDX High Div 20Indo Premier IM
XISRPremier ETF SRI-KEHATISRI-KEHATIIndo Premier IM
XIJIPremier ETF Jakarta Islamic IndexJIIIndo Premier IM
XKIDKISI IDX30 ETFIDX30KISI AM
XKVLKISI IDX Value30 ETFIDX Value30KISI AM

Kenyataan yang perlu Anda tahu: Mayoritas ETF di IDX memiliki volume perdagangan yang sangat rendah. Pada hari biasa, beberapa ETF hanya diperdagangkan beberapa lot atau bahkan tidak ada transaksi sama sekali.

Masalah Likuiditas ETF Indonesia

MasalahDampak
Volume rendahSulit membeli/menjual dalam jumlah besar
Spread lebarSelisih harga beli-jual bisa 1-3% (di pasar maju biasanya <0,1%)
Harga menyimpang dari NAVETF bisa diperdagangkan di atas atau di bawah nilai aset bersihnya
Sedikit market makerTidak ada yang menjaga likuiditas secara konsisten

Ini berbeda jauh dengan pasar ETF di AS atau Australia, di mana ETF sangat likuid dan menjadi kendaraan investasi pasif utama.

Reksa Dana Indeks vs ETF: Mana yang Lebih Cocok?

Untuk investor pasif di Indonesia saat ini, reksa dana indeks lebih praktis daripada ETF.

KriteriaReksa Dana IndeksETF di IDX
Kemudahan beli✅ Via Bibit/Bareksa, Rp 10.000❌ Via broker, minimum 1 lot
Biaya transaksi✅ 0%❌ 0,15-0,29% per transaksi
Likuiditas✅ Selalu bisa redeem ke MI❌ Tergantung volume bursa
Pajak saat jual✅ 0%❌ 0,1% dari nilai jual
Auto-invest✅ Bisa diatur otomatis❌ Harus beli manual
Expense ratioSedikit lebih tinggi (0,5-1,0%)Sedikit lebih rendah (0,4-0,6%)

Kesimpulan: Kecuali Anda investor berpengalaman yang sudah punya akun broker dan nyaman dengan pasar ETF yang sepi, gunakan reksa dana indeks.

Memilih Reksa Dana Saham Indeks

Kriteria pemilihan:

1. Indeks Acuan

  • IDX30 — 30 saham paling likuid, cocok untuk kebanyakan investor
  • LQ45 — Mirip IDX30 tapi sedikit lebih luas
  • SRI-KEHATI — Jika Anda peduli ESG (environmental, social, governance)
  • JII — Untuk investor syariah

2. Expense Ratio

Semakin rendah semakin baik. Bandingkan di fund fact sheet masing-masing produk (tersedia di situs MI atau OJK).

3. Tracking Error

Seberapa dekat return reksa dana mengikuti indeksnya. Tracking error rendah menandakan pengelolaan yang baik.

4. AUM (Asset Under Management)

Reksa dana dengan AUM lebih besar umumnya lebih stabil dan lebih efisien. Hindari reksa dana dengan AUM sangat kecil (di bawah Rp 10 miliar) karena risiko likuidasi.

5. Manajer Investasi

Pilih MI yang sudah berpengalaman dan terdaftar di OJK. Semua MI yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin OJK.

Portofolio Saham Praktis

Untuk investor pasif pemula, portofolio saham bisa sesederhana ini:

PortofolioProdukAlasan
Paling sederhana1 reksa dana indeks IDX30Cukup untuk eksposur pasar saham Indonesia
Sedikit lebih luas1 reksa dana indeks IDX30 + 1 reksa dana indeks SRI-KEHATISedikit diversifikasi tambahan
Dengan global1 reksa dana indeks IDX30 + investasi S&P 500 via platform globalDiversifikasi geografis

Tidak perlu rumit. Satu reksa dana indeks sudah memberikan eksposur ke 30 saham terbesar Indonesia. Itu sudah sangat terdiversifikasi untuk pasar domestik.

Biaya yang Perlu Diperhatikan

Jenis BiayaReksa Dana via Bibit/BareksaETF via Broker
Biaya beli (subscription)0%0,15-0,19% (komisi broker)
Biaya jual (redemption)0%0,25-0,29% (komisi broker)
Expense ratio0,5-1,0% per tahun0,4-0,6% per tahun
Pajak jual0%0,1% dari nilai jual
Total biaya tahunan~0,5-1,0%~0,7-1,2% (termasuk pajak dan komisi)

Ironisnya, meskipun expense ratio ETF lebih rendah, total biaya ETF di Indonesia justru lebih tinggi karena komisi broker dan pajak penjualan saham.

Hal Penting Tentang Return Saham

Return rata-rata jangka panjang IHSG (termasuk dividen) sekitar 10-12% per tahun. Tapi ingat:

  • Ini rata-rata — ada tahun +20% dan tahun -30%
  • Return masa lalu bukan jaminan masa depan
  • Inflasi mengurangi return riil menjadi sekitar 5-7%
  • Konsistensi investasi lebih penting dari timing

Jangan berharap return 12% setiap tahun. Berharap return 12% rata-rata selama 10-20 tahun — dengan banyak naik turun di perjalanan.

Kesimpulan

  • Untuk investor pasif Indonesia, reksa dana indeks saham adalah kendaraan utama untuk eksposur pasar saham
  • ETF di IDX belum praktis untuk kebanyakan investor ritel karena likuiditas rendah
  • Pilih reksa dana indeks dengan expense ratio rendah, AUM memadai, dan tracking error kecil
  • Satu reksa dana indeks IDX30 sudah cukup untuk memulai
  • Biaya beli dan jual reksa dana via platform: 0% — manfaatkan ini
  • Jangan overcomplicate — sederhana itu lebih baik

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.