SBN Ritel: Panduan Lengkap

Panduan lengkap Surat Berharga Negara Ritel: ORI, SBR, SR, ST — jenis, cara beli, kupon, pajak, dan perbandingan dengan deposito.

SBN Ritel: Panduan Lengkap

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel adalah salah satu instrumen investasi terbaik yang tersedia untuk investor ritel Indonesia. Dijamin oleh pemerintah, kupon lebih tinggi dari deposito, dan pajak lebih rendah. Anehnya, banyak orang Indonesia yang bahkan tidak tahu instrumen ini ada.

Artikel ini akan menjelaskan semua yang perlu Anda ketahui tentang SBN Ritel.

Apa Itu SBN?

Surat Berharga Negara (SBN) adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai APBN. Ketika Anda membeli SBN, Anda pada dasarnya meminjamkan uang kepada pemerintah, dan pemerintah membayar Anda bunga (kupon) secara berkala.

SBN Ritel adalah versi SBN yang dirancang khusus untuk investor individu (ritel) — dengan minimum investasi yang terjangkau dan proses pembelian yang mudah.

Jenis-Jenis SBN Ritel

Ada empat jenis utama SBN Ritel:

1. ORI (Obligasi Negara Ritel)

  • Jenis: Konvensional
  • Kupon: Fixed rate (tetap)
  • Tradeable: ✅ Ya — bisa dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo
  • Tenor: 3 tahun
  • Pembayaran kupon: Setiap bulan

2. SBR (Savings Bond Ritel)

  • Jenis: Konvensional
  • Kupon: Floating with floor (mengambang dengan batas bawah)
  • Tradeable: ❌ Tidak — hanya bisa di-early redemption sebagian
  • Tenor: 2 tahun
  • Pembayaran kupon: Setiap bulan

3. SR (sukuk ritel)

  • Jenis: Syariah
  • Kupon (imbalan): Fixed rate (tetap)
  • Tradeable: ✅ Ya — bisa dijual di pasar sekunder
  • Tenor: 3 tahun
  • Pembayaran imbalan: Setiap bulan

4. ST (Sukuk Tabungan)

  • Jenis: Syariah
  • Kupon (imbalan): Floating with floor (mengambang dengan batas bawah)
  • Tradeable: ❌ Tidak — hanya bisa di-early redemption sebagian
  • Tenor: 2 tahun
  • Pembayaran imbalan: Setiap bulan

Tabel Perbandingan

FiturORISBRSRST
BasisKonvensionalKonvensionalSyariahSyariah
KuponFixedFloating (floor)FixedFloating (floor)
Tenor3 tahun2 tahun3 tahun2 tahun
Tradeable
Early RedemptionVia pasar sekunder50% setelah 1 tahunVia pasar sekunder50% setelah 1 tahun
MinimumRp 1 jutaRp 1 jutaRp 1 jutaRp 1 juta
MaksimumRp 5 miliarRp 5 miliarRp 5 miliarRp 5 miliar
Pajak kupon10% final10% final10% final10% final

Kupon: Berapa Return-nya?

Kupon SBN Ritel biasanya lebih tinggi dari suku bunga deposito bank besar. Berikut contoh kupon dari seri-seri terbaru:

SeriJenisKuponTahun Terbit
ORI025ORI6,40%2024
SBR013SBR6,45% (floor)2024
SR020SR6,30%2024
ST012ST6,40% (floor)2024
ORI026ORI6,30%2025
SR021SR6,25%2025

Sumber: Kemenkeu, DJPPR. Kupon bervariasi setiap seri.

Perbandingan dengan Deposito

AspekDeposito Bank BesarSBN Ritel
Return kotor2,5-3,0%6,0-6,5%
Pajak20% final10% final
Return netto2,0-2,4%5,4-5,85%
JaminanLPS (maks Rp 2M)Pemerintah RI (tanpa batas)

Return netto SBN Ritel bisa 2-3x lipat dari deposito bank besar. Dan jaminannya bahkan lebih kuat — dijamin oleh negara, bukan lembaga penjamin.

Bagaimana Cara Membeli SBN Ritel?

SBN Ritel dijual melalui mitra distribusi yang ditunjuk pemerintah. Mitra distribusi meliputi:

Bank

  • BCA, Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga, dan bank-bank lainnya

Fintech/Marketplace

Langkah-langkah pembelian:

  1. Buka akun di salah satu mitra distribusi (jika belum punya)
  2. Registrasi SBN — biasanya ada proses registrasi terpisah khusus SBN
  3. Tunggu masa penawaran — setiap seri hanya dijual dalam periode tertentu (biasanya 2-3 minggu)
  4. Pesan (order) — tentukan jumlah yang ingin dibeli (min. Rp 1 juta, kelipatan Rp 1 juta)
  5. Bayar — transfer sesuai jumlah pesanan dalam batas waktu
  6. Selesai — kupon akan masuk ke rekening Anda setiap bulan

Kalender Penerbitan

Pemerintah biasanya menerbitkan sekitar 7 seri SBN Ritel per tahun, dengan jadwal yang relatif teratur:

Bulan (Perkiraan)Seri
Januari-FebruariORI / SBR
Maret-AprilSR / ST
Mei-JuniSBR / ST
Juli-AgustusORI / SR
September-OktoberST / SBR
November-DesemberSR / ORI

Jadwal dapat berubah. Pantau pengumuman resmi di kemenkeu.go.id atau djppr.kemenkeu.go.id

Karena ada banyak seri per tahun, Anda tidak perlu khawatir ketinggalan — selalu ada seri berikutnya dalam 1-2 bulan.

Risiko SBN Ritel

Risiko yang (hampir) tidak ada:

  • Risiko gagal bayar: Secara praktis nol. SBN dijamin oleh pemerintah Indonesia melalui UU. Pemerintah harus bangkrut untuk gagal bayar — dan jika itu terjadi, deposito bank Anda juga tidak aman.

Risiko yang perlu dipahami:

  • Risiko likuiditas (SBR & ST): Anda tidak bisa menjual sebelum jatuh tempo, kecuali early redemption 50% setelah 1 tahun. Pastikan uang ini tidak akan Anda butuhkan dalam 2 tahun.
  • Risiko pasar (ORI & SR): Jika dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, harganya bisa naik atau turun tergantung suku bunga. Jika Anda hold sampai jatuh tempo, risiko ini tidak relevan.
  • Risiko inflasi: Kupon fixed mungkin terasa rendah jika inflasi melonjak. SBR dan ST mengatasi ini dengan kupon floating.

Fixed vs Floating: Mana yang Lebih Baik?

SkenarioPilihan Lebih Baik
Anda yakin suku bunga akan turunORI/SR (fixed — terkunci di rate tinggi)
Anda yakin suku bunga akan naikSBR/ST (floating — ikut naik)
Anda tidak tahu arah suku bungaSBR/ST (floor melindungi, upside terbuka)
Anda mungkin butuh likuiditasORI/SR (bisa dijual di pasar sekunder)
Anda pasti tidak butuh uangnya 2 tahunSBR/ST (tidak perlu khawatir harga pasar)

Jika Anda tidak mau pusing memikirkan arah suku bunga, SBR atau ST (floating with floor) adalah pilihan yang paling “autopilot” — kupon Anda dilindungi batas bawah, tapi bisa ikut naik jika suku bunga naik.

Konvensional vs Syariah: Apakah Ada Perbedaan Return?

Secara praktis, tidak ada perbedaan signifikan. ORI dan SR biasanya menawarkan kupon yang sangat mirip (selisih 0,05-0,15%). Begitu juga SBR dan ST.

Perbedaan utamanya adalah pada struktur akad:

  • SBN konvensional (ORI, SBR): berbasis utang dan bunga
  • SBN syariah (SR, ST): berbasis underlying asset dan imbalan (bukan bunga)

Jika Anda memerlukan investasi yang sesuai prinsip syariah, pilih SR atau ST. Jika tidak ada preferensi, pilih berdasarkan fitur (fixed vs floating, tradeable vs non-tradeable).

Strategi SBN dalam Portofolio

SBN Ritel cocok sebagai komponen pendapatan tetap dalam portofolio Anda:

  1. Tangga SBN (SBN Ladder): Beli seri berbeda setiap beberapa bulan. Ketika satu seri jatuh tempo, reinvestasi ke seri baru. Ini memberikan likuiditas bertahap dan rata-rata kupon.

  2. Pelengkap reksa dana indeks: Alokasikan sebagian portofolio ke SBN untuk mengurangi volatilitas keseluruhan. Misalnya: 70% reksa dana indeks + 30% SBN.

  3. Pengganti deposito: Untuk uang yang tidak akan dipakai 2-3 tahun, SBN hampir selalu lebih baik dari deposito — return lebih tinggi, pajak lebih rendah, jaminan lebih kuat.

Kesimpulan

SBN Ritel adalah instrumen yang sering diabaikan tapi sangat menarik:

  • ✅ Dijamin pemerintah (risiko gagal bayar hampir nol)
  • ✅ Kupon 5,4-5,85% netto (2-3x deposito)
  • ✅ Pajak hanya 10% (vs 20% deposito)
  • ✅ Minimum Rp 1 juta
  • ✅ Kupon dibayar setiap bulan
  • ✅ Tersedia versi syariah

Jika Anda saat ini menyimpan uang jangka menengah (2-3 tahun) di deposito, pertimbangkan serius untuk memindahkan sebagian ke SBN Ritel. Return-nya lebih tinggi, pajaknya lebih rendah, dan jaminannya lebih kuat.


Sumber: Kementerian Keuangan RI (kemenkeu.go.id), DJPPR (djppr.kemenkeu.go.id), OJK (ojk.go.id)

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.