Saya Punya Rp 5 Juta — Mulai dari Mana?
Panduan langkah demi langkah untuk mulai berinvestasi dengan modal Rp 5 juta. Dana darurat dulu, baru investasi.
Saya Punya Rp 5 Juta — Mulai dari Mana?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh orang yang baru ingin mulai berinvestasi. Kabar baiknya: Rp 5 juta sudah lebih dari cukup untuk memulai. Bahkan, Anda bisa mulai dengan Rp 10.000 saja di beberapa platform.
Tapi sebelum buru-buru membeli reksa dana atau saham, ada satu hal yang harus Anda pastikan dulu.
Langkah 0: Apakah Anda Sudah Punya Dana Darurat?
Dana darurat adalah pondasi keuangan Anda. Tanpa dana darurat, investasi apa pun menjadi sangat berisiko — bukan karena pasarnya, tapi karena Anda mungkin terpaksa menjual investasi di saat yang salah ketika butuh uang mendadak.
Berapa dana darurat yang ideal?
| Status | Dana Darurat Ideal |
|---|---|
| Lajang, penghasilan tetap | 3 bulan pengeluaran |
| Menikah, penghasilan tetap | 6 bulan pengeluaran |
| Freelancer/wiraswasta | 6-12 bulan pengeluaran |
Misalnya, jika pengeluaran bulanan Anda Rp 5 juta, maka dana darurat ideal Anda adalah Rp 15-30 juta.
”Tapi saya cuma punya Rp 5 juta?”
Tidak apa-apa. Dana darurat tidak harus terkumpul sekaligus. Ini bukan alasan untuk menunda investasi selamanya. Kita bisa membagi Rp 5 juta secara cerdas.
Langkah 1: Buka Akun di Platform Investasi
Pilih satu platform reksa dana yang terdaftar di OJK. Beberapa pilihan populer:
- Bibit — paling ramah pemula, ada fitur robo-advisor
- Bareksa — marketplace tertua, pilihan produk terluas
- IPOT — untuk yang juga ingin akses ETF
- Tanamduit — alternatif lain
Semua platform ini terdaftar dan diawasi OJK. Tidak ada yang “lebih aman” dari yang lain — perbedaannya lebih ke fitur dan tampilan antarmuka.
Yang Anda butuhkan untuk mendaftar:
- KTP
- NPWP (opsional di beberapa platform, tapi disarankan)
- Rekening bank
- Email dan nomor HP
Proses pendaftaran biasanya selesai dalam 1-3 hari kerja.
Langkah 2: Alokasikan Dana Darurat Terlebih Dahulu
Dari Rp 5 juta, alokasikan untuk dana darurat terlebih dahulu. Tempatkan di reksa dana pasar uang.
Mengapa reksa dana pasar uang untuk dana darurat?
| Kriteria | Tabungan | Deposito | Reksa Dana Pasar Uang |
|---|---|---|---|
| Return | 0-1% | 2-3% | 3-5% |
| Likuiditas | Instan | Penalti jika cairkan sebelum jatuh tempo | T+1 (1 hari kerja) |
| Minimum | Rp 0 | Rp 1-10 juta | Rp 10.000 |
| Risiko | Sangat rendah | Sangat rendah | Sangat rendah |
| Pajak bunga | 20% | 20% | 0% |
Reksa dana pasar uang memberikan return lebih baik dari tabungan, bisa dicairkan dalam 1 hari kerja, dan keuntungannya bebas pajak. Cocok sekali untuk dana darurat.
Contoh produk reksa dana pasar uang:
- Sucorinvest Money Market Fund
- Bahana Dana Likuid
- Mandiri Investa Pasar Uang
- BNP Paribas Rupiah Plus
Berapa yang dialokasikan?
Jika Anda belum punya dana darurat sama sekali dan hanya punya Rp 5 juta:
- Rp 3 juta → reksa dana pasar uang (awal dana darurat)
- Rp 2 juta → reksa dana indeks (mulai investasi)
Setiap bulan, sisihkan penghasilan untuk terus menambah keduanya sampai dana darurat Anda mencapai target.
Langkah 3: Investasikan Sisanya di Reksa Dana Indeks
Rp 2 juta yang tersisa bisa langsung diinvestasikan ke reksa dana indeks saham. Ini adalah investasi jangka panjang — uang yang idealnya tidak akan Anda sentuh selama minimal 5-10 tahun.
Beberapa pilihan reksa dana indeks:
- Bahana IDX30
- BNP Paribas SRI-KEHATI
- Pinnacle IDX30
Pilih salah satu dan beli. Tidak perlu analisis berhari-hari — yang penting mulai dulu.
Langkah 4: Investasi Rutin Setiap Bulan
Langkah ini yang paling penting: konsistensi mengalahkan timing.
Tentukan jumlah tetap yang bisa Anda investasikan setiap bulan. Misalnya:
| Penghasilan Bulanan | Saran Investasi Rutin |
|---|---|
| Rp 4-5 juta | Rp 300.000 - 500.000 |
| Rp 7-10 juta | Rp 1.000.000 - 2.000.000 |
| Rp 15+ juta | Rp 3.000.000 - 5.000.000 |
Banyak platform memungkinkan Anda mengatur auto-invest — investasi otomatis setiap tanggal tertentu. Manfaatkan fitur ini agar Anda tidak perlu ingat-ingat.
Minimum Investasi: Lebih Murah Dari Kopi
Fakta yang banyak orang tidak tahu: minimum investasi reksa dana di Indonesia bisa serendah Rp 10.000.
| Platform | Minimum Investasi Reksa Dana |
|---|---|
| Bibit | Rp 10.000 |
| Bareksa | Rp 10.000 |
| IPOT | Rp 100.000 |
| Tanamduit | Rp 10.000 |
Rp 10.000 — lebih murah dari segelas kopi di kafe. Tidak ada alasan untuk bilang “saya belum punya modal.”
Kesalahan yang Harus Dihindari
1. Menunggu “waktu yang tepat”
Tidak ada yang tahu kapan pasar akan naik atau turun. Waktu terbaik untuk mulai investasi adalah sekarang. Waktu terbaik kedua adalah besok.
2. Terlalu banyak riset, tidak pernah mulai
Membaca 50 artikel tentang investasi tapi tidak pernah membeli satu pun reksa dana adalah buang waktu. Mulai dengan Rp 10.000 dan belajar sambil jalan.
3. Melihat portofolio setiap hari
Reksa dana indeks adalah investasi jangka panjang. Melihat fluktuasi harian hanya akan membuat Anda cemas tanpa alasan. Cek maksimal sebulan sekali.
4. Panik saat pasar turun
Pasar saham pasti akan turun — kadang 10%, kadang 20%, kadang lebih. Ini normal. Jangan jual saat pasar turun. Justru, jika Anda investasi rutin, penurunan pasar berarti Anda membeli unit lebih banyak dengan harga lebih murah.
5. Investasi dengan uang yang akan dipakai dalam waktu dekat
Uang untuk bayar kontrakan bulan depan, cicilan motor, atau biaya nikah tahun ini bukan untuk diinvestasikan di reksa dana saham. Simpan di tabungan atau reksa dana pasar uang.
Ringkasan: Rencana Aksi Anda
Berikut yang perlu Anda lakukan minggu ini:
| Langkah | Aksi | Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Download dan daftar di satu platform (Bibit/Bareksa/IPOT) | 10 menit |
| 2 | Tunggu verifikasi | 1-3 hari |
| 3 | Transfer Rp 5 juta | 5 menit |
| 4 | Beli reksa dana pasar uang Rp 3 juta | 5 menit |
| 5 | Beli reksa dana indeks Rp 2 juta | 5 menit |
| 6 | Atur investasi rutin bulanan | 5 menit |
Total waktu aktif: kurang dari 30 menit.
Anda tidak perlu gelar ekonomi. Anda tidak perlu modal besar. Anda hanya perlu mulai.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk edukasi, bukan saran investasi.